Portal Politik KaltimTajam · Berani · Berimbang

,

Menteri Ekraf Tegaskan Seni Rupa sebagai Motor Penggerak Nilai Ekonomi dan Identitas Bangsa di ARTSUBS 2026

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengujungi pameran seni rupa ARTSUBS 2026 di Balai Pemuda, Surabaya. Rabu (28/10/2026).

✍ Redaksi MACI Kaltim News

SURABAYA — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem seni rupa nasional sebagai salah satu pilar strategis pertumbuhan ekonomi kreatif. Komitmen ini ditunjukkan secara nyata melalui kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, pada pameran seni rupa kontemporer ARTSUBS 2026 yang berlangsung di Balai Pemuda, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (28/10).

Dalam peninjauannya, Menteri Ekraf menekankan bahwa karya seni rupa memiliki dimensi yang jauh melampaui aspek estetika semata. Setiap karya menyimpan gagasan mendalam, identitas kebudayaan, serta kekayaan intelektual yang berpotensi besar menghasilkan nilai tambah ekonomi berkelanjutan.

“Karya seni rupa tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga memuat gagasan, identitas, dan kekayaan intelektual yang berpotensi dikembangkan menjadi nilai tambah ekonomi. Karena itu, penting untuk membangun lingkungan yang mendukung seniman dalam berkarya, memperkenalkan karyanya, dan menjangkau peluang pasar yang lebih luas,” ujar Teuku Riefky.

Mendorong Keberlanjutan Ekosistem dan Rantai Nilai Ekonomi


Penyelenggaraan ARTSUBS 2026 yang kini memasuki tahun ketiga mengusung tema “Batas, Ambang, dan Seberang” (Border, Threshold, and Beyond). Berlangsung sejak 19 September hingga 8 November 2026, pameran ini menampilkan sekitar 500 karya dari 113 perupa terkemuka Indonesia. Gelaran ini tidak hanya mengeksplorasi batas dan kemungkinan baru dalam medium seni kontemporer, tetapi juga membuktikan vitalitas rantai ekonomi kreatif yang tercipta di sekitarnya.

Kemenekraf mencatat bahwa kekuatan subsektor seni rupa terletak pada keterhitungan seluruh rantai nilai—mulai dari proses penciptaan, kurasi, manajemen pameran, hingga distribusi dan pengoleksian. Hubungan sinergis antara perupa, kurator, kolektor, komunitas, dan pelaku usaha turut membuka lapangan kerja baru serta memperluas jangkauan pasar karya seni Indonesia di tingkat lokal maupun internasional.

Teuku Riefky menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga momentum pertumbuhan ini:

“Keberlanjutan subsektor seni rupa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari seniman, kurator, penyelenggara pameran, kolektor, hingga pemerintah. Sinergi tersebut penting untuk menciptakan lingkungan berkarya yang kondusif dan memastikan perkembangan seni rupa mendapat dukungan yang berkelanjutan.”

Melalui penguatan fondasi ekosistem dan perluasan jaring kolaborasi, Kementerian Ekraf optimistis subsektor seni rupa akan terus meningkatkan daya saing perupa Indonesia sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB sektor ekonomi kreatif nasional.

← Sebelumnya

Komentar Pembaca

One response to “Menteri Ekraf Tegaskan Seni Rupa sebagai Motor Penggerak Nilai Ekonomi dan Identitas Bangsa di ARTSUBS 2026”

  1. Mantap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Lihat semua →