
SAMARINDA — Meski tahapan Pilkada 2029 masih jauh, peta koalisi pemilihan gubernur Kalimantan Timur mulai terlihat. Sedikitnya tiga poros terbentuk setelah rangkaian pertemuan tertutup antar-elite partai pekan ini.
Poros pertama digalang partai pemenang kursi terbanyak di DPRD, poros kedua berisi gabungan partai menengah, sementara poros ketiga disebut-sebut mendorong figur nonpartai dari kalangan profesional.
Pengamat politik Universitas fiktif Borneo Raya, Dr. Andi Mahakam, menilai konfigurasi bisa berubah drastis setelah hasil survei elektabilitas pertama dirilis tahun depan.
Koalisi di daerah itu cair. Yang menentukan biasanya logistik dan elektabilitas, bukan ideologi.
Dr. Andi Mahakam, pengamat politik (tokoh fiktif)
Catatan redaksi: ini artikel contoh untuk keperluan tata letak situs. Nama tokoh dan peristiwa di dalamnya bersifat fiktif.




Tinggalkan Balasan